Jun 27, 2013

Mandi ala mayat

Mungkin judul di atas terdengar agak sedikit aneh bin ajaib. Harusnya bukan mayat judulnya tapi saat orang sakaratul maut. Dan ini saya dapat dari seorang guru sekaligus teman saya sewaktu beliau masih hidup. Beliau mengajarkan saya cara-cara mandi yang diambil dari pelajaran hidup manusia.


Seperti kita ketahui, bila kita perhatikan atau yang pernah memperhatikan orang yang sedang menghadapi sakaratul maut itu biasanya dimulai dengan kondisi dingin pada bagian ujung kaki dan mulai menjalar ke bagian atas hingga ubun-ubun. Dari kondisi inilah beliau mengambil pelajaran dan dipraktekkan bilamana beliau mandi.

Pada saat beliau memberitahukan saya perihal ini, saya kurang begitu memahaminya. Tapi lama kelamaan saya mulai mengerti dan memahami apa yang menjadi maksud dari pelajaran ini. Jadi pada waktu kita mandi sebaiknya dimulai dengan membasuh kaki terlebih dahulu, dan kemudian membasuh ke atasnya hingga akhirnya yang dibasuh adalah bagian kepala.

Ternyata setelah sekian lama saya mulai mengerti kenapa mandi ini harus dari kaki terlebih dahulu. Ini ada maknanya yaitu untuk menjaga kondisi tubuh dan detak jantung mengikuti perubahan suhu yang terjadi pada waktu mandi. Seperti kita ketahui suhu tubuh kita berkisar antara 36 - 37 derajat celcius. Sementara, suhu air yang ada biasanya (normal) adalah 20 derajat celcius. Perbedaan inilah yang tidak pernah terpikir oleh saya.

Mungkin untuk anak-anak hingga remaja tidak menjadi persoalan dengan mandi yang langsung membasuh dari atas kepala. Akan tetapi bagi orang dewasa atau yang mempunyai penyakit jantung tentunya mungkin akan menjadi masalah. Pada saat kita mandi dengan membasuh langsung dari atas kepala, maka mau tidak mau jantung kita dan kondisi tubuh dipaksa untuk bekerja secara cepat menyesuaikan dengan suhu air. Sehingga bilamana kondisi jantung kita dan kondisi tubuh ini kurang baik, maka mungkin saja kita terserang penyakit.

Dengan adanya cara mandi seperti ini yang mana dimulai dengan membasuh dari kaki hingga kepala, maka tubuh kita secara perlahan akan langsung mengikuti penyesuaian dengan suhu air. Dengan demikian bagi kita yang mempunyai penyakit, mandi ala orang yang sakaratul maut ini mungkin dapat dipakai sebagai contoh buat kita.

(Cttn: tulisan ini saya persembahkan untuk alm. P'Aang)

No comments:

Post a Comment